Laporan Praktikum Kimia Organik Karbohisrat
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1. Analisa Data
4.1.1. Karbohidrat Reduksi dan Non- Reduksi
| Perlakuan | Pengamatan |
| Warna campuran menjadi biru tua
Cairan berwarna biru, ada endapan merah bata Cairan berwarna kuning keruh, ada endapan merah bata Cairan bening, ada endapan merah bata
|
4.1.2. Hidrolisa Sukrosa
| Perlakuan | Pengamatan |
a. Ditambah Fehling A b. Ditambah Fehling B Tabung II
| Warna jernih
Warna jernih
Bening, tidak berbau, kertas lakmus menjadi biru Warna kekuningan, bau seperti urine
Warna tetap Warna biru tua
Warna tetap Warna biru muda |
4.1.3. Hidrolisa Pati Dengan Katalisa Asam dan Enzim
| Perlakuan | Pengamatan |
| 1.Larutan Pati 2 ml + 2 ml air ludah ( tabung I ) 2. Larutan pati 2 ml + 2 ml asam sulfat ( tabung II ) 3.Dipanaskan selama 30 menit 4. Ditambahkan Iodin 2
| Warna jernih
Warna jernih
Tabung I Bening menjadi biru keunguan. Tabung II warna bening menjadi kekuningan |
4.1.4. Hidrolisa Pati Dengan Katalis Asam
| Perlakuan | Pengamatan |
| Warna tetap bening
Warna menjadi biru keunguan |
4.2 Pembahasan
.4.2.1. Karbohidrat reduksi dan non pereduksi
Pada percobaan ini hanya digunakan tiga jenis karbohidrat yaitu sukrosa, glukosa,dan fruktosa.Pada percobaan ini tidak didapati larutan laktosa dan kanji, dikarenakan larutan tidak ada.Fruktosa dan glukosa merupakan monosakarida, sedangkan sukrosa dan laktosa merupakan disakarida, dan kanji merupakan polisakarida.Pada percobaan ini masing-masing larutan ditambahkan peeaksi fehling.Fehling merupakan lautan basa yang terdiri dari ion kompleks Cu2+ dengan ion sitrat, dan berwarna biru. Pada sukrosa, glukosa, dan fruktosa fehling bereaksi positif dengan membrikan endapan berwana merah bata. Hal ini terjadi karena karbon anomerik dari sukrosa, glukosa, dan fruktosa berbentuk hemiasetal yang befungsi di dalam kesetimbangan dengan gugus aldehid, dengan rantai terbuka sehingga dapat beeaksi positif dengan fehling
![]()
CH2OH
![]()
![]()
![]()
![]()
C = O
![]()
2Cu2+ + OH - OH-C - H + Cu2O
H –C - OH
Fruktosa
H –C – OH
CH2OH
![]()
![]()
![]()
O O
![]()
C – H C - OH
![]()
H – C – OH H – C - OH
![]()
OH – C – H OH – C – H
+ 2Cu2+ + 4OH + Cu2O + 2H2O
![]()
H – C – OH H – C - OH
![]()
H – C – OH H – C - OH
CH2OH CH2OH
glukosa
Untuk laktosa dan pati tidak bereaksi dengan fehling, karena tidak terdapat gugus aldehid dengan bebas, sehingga tidak dapat bereaksi dengan fehling. Jadi karbohidrat yang termasuk pereduksi adalah sukrosa, glukosa, dan fruktosa.Dapat bereduksi karena mempunyai gugus aldehid, dimana gugus aldehid mudah teroksidasi, sehingga menyebabkan bagian yang lain terreduksi. Sedangkan karbohidrat non pereduksi adalah laktosa dan pati.
4.1.2. Hidrolisa sukrosa
Pada percobaan ini sukrosa dibagi menjadi dua yaitu pada tabung I sukrosa ditambah dengan asan sulfat encer untuk hidrolisa dalam suasana asam, sedangkan tabung II ditambah NaOH untuk hidrolisa suasana basa. Kedua tabung dipanaskan selama 5 menit. Setelah dipanaskan
Comments
Post a Comment