Laporan Praktikum Kimia Organik Uji Asam Kromat
Uji Asam kromat
Digunakan untuk menguji aldehid dan keton,aldehid merupakan senyawa yang lebih mudah dioksidasi menjadiasam karbosilat oleh asam kromat. Uji positif dari sini adalah munculnya warna hijau atu hilangnya waran orange dari reagen. Keton merupakan senyawa yang idak memberikan reaksi positif terhadap reagen ini
![]()
2 RCHO + H2CrO + 3H2SO4 3RCOOH + Cr2(SO4)3 + 4H2O
b. Uji Tallens
Aldehid askan bereaksi dengan reagen ini dan membentuk endapan perak sedangkan pada keton tidak bereaksi.
![]()
RCHO + Ag(NH2)2 3Agl + RCOO – NH4+ + H2O + NH3
Endapan Perak
c. Uji Benedict
Aldehid dapat dioksidasi oleh reagen ini menjadi asam hasil positif pada aldehid ditandai dengan timbulnya endapan yang berwaran merah bata
Cu(OH)2+ R - COH Cu2O + RCOOH + H2O
d. Uji Indoform
Tes possitif dari reagen ini ditandai dengan munclnya warna kuning ini muncul disebabkan oleh adanya campuran yang dipanaska.indoform mudah untuk mengoksidasi metal keton atau senyawa yang mudah diubah menjadi metal keton, sedangkan Iodoform dengan aldehid sulit untuk direaksikan
i� e e g �ܽ @ü '> Larutan NaHSO3 jenug sebanyak 5 ml dimasukan kedalam erlemeyer 50 ml dan larutan didinginkan dalkam air Es ditambahkan 2,5 ml aseton setetes demi setetes sambil diaduk,setelah 5 menit ditambahkan 20 ml ethanol untuk kristalisasi, kemudian kristal disaring dengan Hirsch atau Bucher kecil.
3.3.4 Pengujian dengan fenilhidrazin
Fenilhidranzin sebanyak 5 ml ditempatkan dalam tabung reaksi besar, kemian ditambahakn masing – masing 10 tetes bahan uji(Benzaldehic dan sikloheksanon). Tabung ditutp dan digunakan dengan kuat selama 1 – 2 menit sehingga menjadi kristal, kemudian kristal disaring dengan corong Hirsch, dicuci dengan sedikit air dingin, dan dikristalisasi dengan sedikit metanol dan etanol, dikeringkan dan ditentukan titik lelehnya.
Dengan cara yang sama, digunakan 2,4 dinitrofenilhidrozin, dan dibuat turunan benzaldehid dan sikloheksanon kemudian ditentukan titik lelehnya.
3.3.5 Pembuatan oksim
3.3.6 Reaksi haloform
3.3.7 Kondensasi aldol
3.3.6 Reaksi haloform
Lima tetes aseton dalam 3 ml larutan NaOH 5% ditambah 10 ml larutan kalium iodida (Cara membuat : 25 gr iodium dilarutkan dalam larutan 50 gr kalium iodida dalam 200 ml air), sambil digoncang-goncang sampai warna coklat tidak hilang lagi. Iodoform yang berwarna kuning mengendap dan berbau khas. Bahan yang diuji isopropanol, 2 pentanon dan 3 pentanon.
3.3.7 Kondensasi aldol
a) Asetaldehid sebanyal 0,5 ml ditambah 4 ml larutan NaOH 1%, digoncang dan baunya dicatat. Campuran reaksi dididihkan selama 3 menit, dicatat bau tengik dari krotonaldehid.
b) Peralatan untuk merefluks disusun. 10 ml etanol, 1 ml aseton, 2 ml benzaldehid, dan 5 ml larutan NaOH 5% ditempatkan dalam labu 50 ml. Campuran direfluks selama 5 menit. Labu didinginkan dan sisa kristal dikumpulkan dengan corong Buchner. Produk direkristalisasi dengan etanol, kemudian ditentukan titik lelehnya.
DAFTAR PUSTAKA
Fessenden, dan Fessenden. (1992). “Kimia Organik jilid II”. Erlangga.
Mukherji, S. M. (1983). “Organic Chemistry”. New Age International United.
Dine, S. H. (1988). “Kimia Organik jilid I”. ITB.
Comments
Post a Comment