Laporan Praktikum Kimia Organik Asam Karboksilat
BAB IV
ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 Analisa data
4.1.1. Sifat fisika asam karboksilat dan garamnya
| PERLAKUAN | PENGAMATAN |
| a. Aroma asam asetat 10 tetes asam asetat + 2 ml air suling
b.Uji pH asam asetat Larutan pada no.1 diteteskan ke kertas pH c. Uji pH saponifikasi Larutan pada no.1 + 1 ml NaOH 2 M diteteskan ke kertas pH
d. Uji aroma netralisasi asam asetat Larutan pada no 3+ HCl 3M setetes demi setetes
e. Aroma asam benzoat 0,1 gr asam benzoat+ 2 mlair suling
f. Uji pH asam benzoat Larutan pada no.5 diteteskan ke kertas pH
g. Uji pH saponifikasi asam benzoat Larutan pada no5 + 1ml NaOH 1M,diteteskan pada kertas pH
h. Uji aroma netralisasi asam benzoat Larutan pada no 7 +HCl 3M setetes demi setetes
4.1.2 Sifat kimia asam karboksilat
a. Esterifikasi: (10 tetes asam karboksilat + 10 tetes alkohol +5 tetes H2SO4,dipanaskan 15 menit +2 ml air suling ) 1.asam format + etil alkohol 2.asam format + isobutil alkohol 3.asam asetat + isopentil alkohol 4.asam asetat + etil alkohol 5.asam salisilat + metil alkohol ditambah 5 tetes H2SO4 pekat dalam masing-masing tabung, dikocok, kemudian dipanaskan
b. Saponifikasi 10 tetes metil salisilat + 5ml larutan NaOH, dipanaskan 30 menit ,didinginkan ditambah 9ml HCl 6 M |
Warna asetat bening Aroma menyengat
Kertas pH berwarna kuning,pH=3
Kertas pH berwarna biru, pH=5(netral), aroma menyengat berkurang
20 tetes HC (0,5 ml)l,menjadi asam tidak berbau ,pH=3
asam benzoat berupa serbuk putih aroma tidak begitu menyengat dibanding asam asetat
kertas pH berwarna merah ,pH=5
kertas pH berwarna kuning,pH=10,tidak berbau larutannya larut
pH= 5
Bening, tidak berbau Bening, tidak berbau Bening, tidak berbau Bening, tidak berbau Terdapat endapan putih tidak berbau
HCl yang digunakan 11 ml pH=2 |
4.2 PEMBAHASAN
Asam asetat 10 tetes ditambah 2 ml air suling, tujuan dari penambahan air suling ini adalah untuk mengetahui kelarutan asam asetat dalam air.Setelah bercampur terlihat bahwa asam asetat larut dalam air.Asam asetat mempunyai gugus karbonil dan hidroksil yang bersifat polar sehingga dapat larut dalam air, dimana air merupakan pelarut polar.Dalam air asam asetat larut dan molekulnya membentuk ikatan hidrogen.
O O
|| ||
CH3 – C – OH + H-O-H ------------> CH3 – C- O-H-O-H
|
H
Asam asetat mempunyai aroma yang sangat menyengat dan agak masam karena larutan ini bersifat asam,saat ditambahkan air dan diteteskan ke kertas pH. ternyata kertas berwarna kuning ,pH= 3.Hal ini menunjukkan bahwa asam asetat bersifat asam.Ketika larutan asam asetat ditambah NaOH dan diteteskan pada kertas pH bewarna biru, Ph=5.Hal ini menunjukkan bahwa larutan bersifat basa,karena NaOH merupakan basa kuat sedangkan asam asetat merupakan asam lemah sehingga larutan bersifat basa.pH asam asetat bertambah dari pH semula yaitu saat belum diberi NaOH
Reaksi asam asetat dan NaOH akan membentuk natrium asetatdan air.
O O
|| ||
CH3-C – OH + H-O-H --------------> CH3- C – ONa + H2O
Larutan asam asetat setelah ditambah NaOH aroma yang dihasilkan kurang menyengat atau tidak berbau.Penambahan HCl yang bersifat asam kuat menyebabkan larutan kembali seperti semula.pH larutan =3, penambahan ini bertujuan untuk menetralkan kembali keasaman dari asam asetat.
O O
|| ||
CH3-C- ONa + HCl -----------> CH3 – C – OH + NaCl
Asam benzoat merupakan padatan putih.Setelah diambil 0,1 gram ditambah air suling sebanyak 2 ml terlihat bahwa asam benzoat tidak dapat larut dalam air secara sempurna ,hanya sebagian saja yang larut dalam air.Hal ini dikarenakan pada asam benzoat terdapat pengaruh stuktur atom benzen yang sangat tidak reaktif dan juga dikarenakan bobot molekul tinggi serta jumlah atom karbon yang lebih dari 4.Sebagian dari molekulnya yang larut dalam air membentuk ikatan hidrogen
O O
![]()
|| ||
- C – OH + H-O-H --------> C-H- + H-O-H
|
H
Aroma yang dihasilkan asam benzoat itu tidak begitu menyengat dibandingkan aroma yang dihasilkan asam asetat.Asam benzoat bersifat asam.Hal ini ditunjukkan oleh kertas ph yang berwarna kuning dan pH=5.Pada saat larutan asam benzoat ditambah dengan NaOH aroma yang dihasilkan tidak menyengat.Reaksi asam benzoat dengan NaOH membentuk natrium benzoat dan air.
O O
![]()
|| ||
- C – OH + NaOH ------> - C – ONa + H2O
Kemudian ditambahkan HCl 3M tetes demi tetes (0,5 ml), pHnya menjadi 5. Penambahan HCl ini berfungsi untuk menetralkan kembali larutan.
.
O O
![]()
|| ||
C –OH + NaOH ---------> C-OH + NaCl
Suasana larutan menjadi asam kembali setelah penambahan HCl,dan aroma yang dihasilkan berbau menyengat.
ESTERIFIKASI
Esterifikasi ini bertujuan untuk membuat ester dengan mereaksikan asam karboksilat dengan alkohol primer atau sekunder dengan asam sebagai katalis lalu dipanaskan.Pemanasan yang dilakukan bertujuan untuk mempercepat terjadinya reaksi.Asam yang dipergunakan sebagai katalis pada percobaan ini adalah H2SO4. Pada saat penambahan H2SO4 timbul panas dari larutan karena terjadi reaksi eksoterm.Setelah pemanasan lalu didinginkan dan ditambah air suling sebanyak 2 ml, dan timbul suatu lapisan pada permukaan larutan yang merupakan ester yang terbentu.Setelah diamati ternyata tiap senyawa mempunyai aroma yang berbeda.
1.Asam format + etil alkohol
Pada penambahan asam format dengan etil alkohol, kemudian H2SO4 kemudian dipanaskan dan didinginkan .Larutan berbau, terdapat lapisan bening yang tidak bercampur dengan air, hal ini menunjukkan larutan bersifat semipolar.Aroma yang ditimbulkan adalah bau harum.
O O
|| ||
CH –OH + CH3-CH2-OH -------> CH-O-CH2-CH3 + H2O
Pada reaksi esterifikasi digunakan katalis asam dimana gugus karbonil pada asam diprotonasi.Hasil bersih dari proses ini adalah OH menjadi OR’
OH O OH OH
H―C=O H-C OH H–C–OH H C OH
O O C2H5O
C2H5 H C2H5 H
O OH
H C OC2H5 R C O
C2H5
2.Asam format + isobutil alkohol
Campuran asam asetat dengan isobutil alkohol dan ditambahkan H2SO4, kemudian dipanaskan lalu didinginkan, terdapat cairan seperti minyak dan brbau seperti balon.Adanya bidang batas ini karena terpengaruh rantai karbon yang semakin panjang.
O O CH3
|| || |
CH-OH + CH3-CH-CH2-OH --------> CH-O-CH2-CH-CH3 + H2O
O O
║ H+ ║
![]()
H-C-OH H-C-OH
│
O-H
│
C4H10
3.Asam asetat + isopentil alkohol
Campuran ini bening, tidak ada bidang batas, berbau seperti balon tetapi tidak menyengat
O CH3 O CH3
|| | || |
CH3- C –OH + CH3-CH-CH2-OH --------> CH3-C-O-CH2-CH-CH3 + H2O
4.Asam asetat + etil alkohol
Campuran ini tidak berwarna, tidak ada bidang batas, dan berbau
O O
|| ||
CH3-C-OH + CH3-CH2-OH ---------> CH3-C-O-CH2-CH3 + H2O
5.Asam salisilat + metil alkohol
Campuran ini setelah ditambahkan H2SO4, terdapat serabut kristal putih, timbul panas yang menunjukkan reaksi eksoterm. Setelah ditambah air suling terbentuk bidang batas , dan berbau seperti balsem.
OH― O OH O
![]()
| || | ||
-C-OH + CH3-OH ---------> -C-O-CH3 + H2O
SAFONIFIKASI
Safonifikasi merupakan reaksi penyabunan atau hidrolisis ester dengan menggunakan basa.Campuran metil salisilat dan NaOH bersifat basa.Dari reaksi terbentuk garam dimana setelah campuran didinginkan aroma seperti balsem hilang yang menunjukkan terbentuknya garam.
OH O O
![]()
| || |
C-OCH3 + Na + OH- <=====> -CO-CH3 <=====>
|
OH O OH
![]()
| ||
-C-OH + OCH3 ----> - C-O-Na + CH3-OH
Setelah itu pada campuran ditambahkan HCl sampai larutan bresuasana asam.Pada pemberian HCl terjadi reaksi penetralan,sehingga pH kembali seperti semula.pH=2.
OH OH
![]()
| |
C-O Na + H+ _ Cl- ------> -C-O H+ + NaCl ------>
OH O
| ||
-C-OH
BABV
KESIMPULAN
Dari serangkaian percobaan yang telah dilakukan,dapat diambil kesimpulan bahwa asam karboksilat dengan basa menghasilkan garam karboksilat.Asam karboksilat bersifat asam,merupakan senyawa polar dan larut dalam air yang merupakan pelarut polar.Reaksi asam karboksilat dengan alkohol menghasilkan ester atau disebut esterifikasi.Reaksi hidrolisis ester oleh basa merupakan reaksi penyabunan atau disebut safonifikasi yang menghasilkan garam dari asam dan jika kemudian ditambah dengan asam kuat akan terjadi pengasaman kembali membentuk asam karboksilat.



![]()


Comments
Post a Comment