Analisa Data dan Pembahasan Laporan Praktikum Kimia Organik
BAB IV
ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
4.1. Analisa data
A Aroma amina dan amida
| Perlakuan | Pengamatan |
|
- dimetil amin:berbau air seni, larutan kuning - asetamida: tidak berbau, kristal bening
|
B.Kelarutan dalam air
| Perlakuan | Pengamatan |
|
- dimetil amin : larut dalam air, bening, tidak berbau - asetamida : larut dalam air, warna bening |
C Uji pH amina dan amida
| Perlakuan | Pengamatan |
|
- dimetil amin : pH 10 - asetamida : ph 3 |
D Uji aroma dan kelarutan dalam asam
| Perlakuan |
|
|
- Dimetil amin : terbentuk garam - asetamida ; berwarna kuning kehijauan, timbuk gas tidak berbau, tabung keruh |
E. Kelarutan dalam metien klorida
| Perlakuan | Pengamatan |
|
-dimetil amin ;tiak larut, kekuningan, dingin
-asetamida : bening, larut |
F. Reaksi dimetil amindengan HCl pekat
| Perlakuan | Pengamatan |
|
Dimetil amin dan HCl pekat bercampur, warna hijau kekuningan, tidak berbau
|
g. Hidrolisa asetamida
| Perlakuan | Pengamatan |
| -bening, larut tidak berbau
-ph < 7, tidak terjadi perubahan warna
--tidak berbau
-bening, tidak berbau -panas, bening, bau menyengat -pH > 7 |
4.2. Pembahasan
a. Aroma amina dan amida
Pada percobaan identofikasi amina dan amida ini, yang diamati adalah aroma. Dari hasil percobaan ini aroma dari dimetil amin seperti urine dan berwarna kuning.Sedangkan asetamida tidak berbau dan terdapat kristal bening. Menurut teori dimetil amin mempunyai titik didih lebih rendah dari asetamida, sehinga aromanya menyengat.
b. Kelarutan dalam air
Pada percobaan kedua adalah menambahkan air pada dimetil amin dan asetamida. Hasilnya adalah kedua swnyawa tersebut larut dalam air, hal ini karena kedua senyawa tersebut mempunyai ikatan N-H dan dapat membentuk ikatan hidrogen dengan gugus OH dari air yaitu O-H....N. Akan tetapi ikatan nitrogen kurang elektronegatif dibandingkan dengan oksigen an ikatan N-H dengan sendirinya kurang polar
H
+
![]()
CH3-N-H + H-OH CH3-N-H + OH-
CH3 CH3
Dimetil amin ion dimetilamonium
H
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
CH3-C-N-H + H-OH CH3-C-N-H + OH-
O H O H
Asetamida
c. Kebasaan amina dan amida
Hasil dari percobaan ini adalah ph dari dimetil amin sebesar 10 dan pH ari asetamida sebesar 3. Hal ini menunjukkan bahwa dimetil amin lebih basa dari asetamida, ini karena asetamida merupakan turunan dai asam karboksilat, dan gugus amida pada umumnya mudah terjadi delokalisasi resonansi dari pasangan elektron bebas, sedangkn pada gugs amina tidak terjadi demikian. Berikut terjadinya resonansi asetamida;
O O-
![]()
![]()
CH3-C-N-H CH3- C=N+-H
H H
d. Aroma dan kelarutan dalam asam
Pada percobaan ini masing-masing senyawa ditambah dengan 2ml HCl 6M lalu dikocok. Hasil dai pecobaan ini adalah pada dimetil amin larutan tetap bening, hal ini menunjukkan telah terbentuk garam. Sedangkan pada asetamida berwarna kehijauan, dan tidak berbau, serta tabung menjadi keruh.
![]()
e. Kelarutan dalam metilen klorida
Pada pecobaan ini dengan mereaksikan 2 ml metilen klorida dengan dimetil amin dan asetamida. Hasil percobaan menunjukkan bahwa dimetil amin tidak larut, berwarna kekuningan, dan terasa dingin. Sedangkan asetamida warna jernih berupa larutan, seharusnya asetamida tidak larut dalam metilen klorida karena yang dapat larut sempurna dalam senyawa metilen klorida adalah senyawa amina tersier.
![]()
![]()
![]()
![]()
CH3-C-N-H + CH2-Cl
O H Cl
Asetamida
![]()
![]()
![]()
CH3-N-H + CH2-Cl
CH3 Cl
Dimetil amin
f. Reaksi dimetil amin dengan HCl pekat
Pada percobaan ini didapatkan hasil bahwa dimetil amin an HCl pekat bercampur sempurna, bewarna hijau kekuningan, dan tidak berbau. Pencampuran ini terjadi reaksi eksoterm karena terasa panas. Berikut mekanisme reaksi
H
![]()
![]()
CH3-N-H + HCl CH3-N+-Cl
CH3 CH3
Dimetil kllorida
g. Hidrolisa asetamida
Pada uji ini dengan mereaksikan 0,5 gram asetamida dengan5 ml H2SO4. Kemudian campuran tersebut dipanaskan dengan tujuanagar asetamida dapat bereaksi dengan H2SO4. Kemudian dilakukan uji pH, dan setelah diukur pH nya lebih kecil dari 7. Setelah itu campuran dtambah dengan NaOH sampai bersuasana basa, dan pH nya lebih besar dari 7. Hidrolisa basa suatu amida bersifat serupa engan saponofikasi ester. Hasil reaksi ini adalah asam karboksilat an suatu amina bebas.
Reaksi suasana asam
O O
CH3-C-NH2 +H2SO4 NH4+ + CH3-C-OH +SO42-
Reaksi suasan basa
O O
CH3-C-NH2 +OH- CH3-C-O- + NH3
BAB V
KESIMPULAN
Berdasarkan data pengamatan dapat disimpulkan bahwa antar amina dan amida terdapat perbedaan yaitu amina berbau lebih menyengat daripada amida, amina lebih besifat basa daripada amida .Amina dan amida sama-sama larut dalam air,amina dapat larut dalam asam kuat (HCl).Hidrolisis suatu amida dalam suasana asam menghasilkan asam karboksilat dengan ion amoniak, sedangkan hidrolisis damlam suasana basa menghasilkan ion karboksilat dan amoniak.
burung ciblek saya harap anda bisa terus berbagi nformasi yang berguna seperti ini
ReplyDeleteada contoh analisis pembahasan buat praktikum tentang resistor kaya gitu nggak kalo ada dimananya ?
ReplyDeleteThank you for helping people get the information they need. Great stuff as usual. Keep up the great work!!! supplier bahan kimia
ReplyDelete