MATERI PENYUSUN BUMI

IDENTIFIKASI BATUAN
Secara fisik dapat di lihat dan bedakan
· Tekstur
ukuran butir, bentuk butir, hubungan antar butir
· Komposisi mineral
· Sifat khusus batuan – tempat terbentuknya
· Struktur
BATUAN BEKU
Adalah batuan yang terjadi dari pembekuan magma.
Magma adalah larutan silikat alam yang bersifat cair,panas dan pijar yang penuh dengan gas-gas volatil (gas-gas yang sangat mudah menguap). Magma akan muncul kepermukaan tanah melalui daerah-daerah patahan (sesar), rekahan-rekahan, lubang gunungapi. Magma tersebut didalam perjalanannya kepermukaan dapat membeku diperbagai tempat. Magma yang membeku diperut bumi, sekarang dapat terletak dipermukaan bumi karena gaya-gaya endogen (tektonik) atau
Yang membeku diluar (dipermukaan) disebut batuan beku luar. Dan magma yang membeku diantara perut bumi dengan permukaan disebut batuan beku gang (korok).
Penyebaran batuan beku dipermukaan
§ batuan beku dalam bumi tidak begitu luas, tetapi secara
§ batuan beku gang keseluruhan didalam kerak bumi justru/korok batuan bekulah yang terbanyak.
§ batuan beku luar
1. IDENTIFIKASI BATUAN BEKU
Secara umum dapat di bedakan :
· Tekstur Granular
Tersusun oleh mineral-mineral berukuran besar dan dapat dilihat dengan mata biasa (diamater 0,5 mm-beberapa cm). Umumnya berbentuk kristal Euhedral, Subhedral sering disebut Holokristalin (terdiri dari kristal semua)
pembekuan magma yang lambat (Plutonik)
· Tekstur Menengah
Tersusun oleh mineral-mineral yang terlihat tapi sulit diidentifikasikan dengan mata biasa. Umumnya bentuk kristal Euhedral – Anhedral
Hipokristalin (kristal >> gelas)
Hipohialin (kristal >> gelas)
Porfiritik
kristal-kristal yang besar diantara kristal yang halus
pembekuan magma menengah (terobosan gang)
· Tekstur Halus (Afinitis)
Kristal-kristal mineral hanya dapat di lihat di mikroskop
Porfiroafanitis
kristal besar diantara kristal afanitik
pembekuan magma cepat
· Tekstur Gelas
Nampaknya seperti kaca, tak mengandung kristal, hanya dapat dilihat dengan mikroskop
Kolohialin (gelas >>)
2. BATUAN BEKU YANG UMUM DIJUMPAI
GRANIT
Banyak dijumpai di pulau Sumatra. Batu ini bersifat asam terbentuk di dalam perut bumi sehingga mineral-mineralnya cukup besar(kasar).
Susunan mineralnya adalah Kwarsa berwarna putih, Ortoklas berwarna merah muda, abu-abu, Biotit berwarna hitam pipih, horblende berwarna hitam, hijau prismatik. Mineral penyertanya magnetit hitam berbentuk kubus, zirkon.
Batuan yang mempunyai komposisi mineral sama dengan granit hanya berbeda pada teksturnya yaitu ukuran butir mineralnya halus karena pembekuannya didekat permukaan atau dipermukaan bumi yaitu RIOLIT.
SYENIT
Teksturnya sama dengan granit demikian pula susunan mineralnya, hanya disini tidak mengandung kwarsa. Biasanya warnanya lebih tua dan batuan ini jarang dijumpai di alam.
| KOMPOSISI MINERAL | KWARSA ORTOKLAS MIKA HORNBLENDE | PLAGIOKLAS PIROKSEN HORNBLENDE MIKA | PLAGIOKLAS PIROKSEN HORNBLENDE OLIVIN | PIROKSEN + OLIVIN PIROKSEN OLIVIN | |||||
| JAUH DI BAWAH (PLUTONIK) | GRANULAR HOLOKRISTALIN | N A M A B A T U A N | GRANIT | SYENIT DIORIT | GAEPO | PERIDOTIT PIROKSENIT DUNIT |
| ||
| DI KOROK (INTRUSIF) | MENENGAH (PORFIRIK) | GRANIT PORFIRI | SYENIT DIORIT FORFIR | DOLERIT (DIABAS) | - |
| |||
| DI PERMUKAAN (DEKAT PERMUKAAN) | KRIPTOKRISTALIN, AFANITIS / GELAS | RIOLIT | TRAKHIT ANDESIT | BASALT ANDESIT | - |
| |||
| TEMPAT TERBENTUKNYA | TEKSTUR | SIFAT WARNA | 2,6 – 2,8 ASAM (CERH ) | 2,8 – 2,9 MENENGAH (ABU- ABU) | 2,9 – 3,1 BASA (GELAP) | 3,1 – 3,5 ULTRA BASA (GELAP KEHIJAUAN) |
| ||
| KANDUNGAN SILIKA | > 66 % | 52 – 66 % | 44 – 52 % | < 52 % |
| ||||
DIORIT
Batuan ini banyak dijumpai seperti halnya granit. Warnanya lebih tua dari pada granit karena dalam batuan diorit lebih banyak mengandung mineral-mineral fero magnesiumnya misalnya biotit, hornblende dan piroksen.
Ortoklas tidak dijumpai tetapi yang banyak mineral plagioklas yang menengah misalnya andesin. Dan tidak mengandung kwarsa, ukuran butirnya besar. Kalau mengandung kwarsa batuannya disebut DIORIT KWARSA. Batuan yang seperti diorit hanya perbedaannya pada tekstur (struktur) misalnya ukuran butir mineralnya halus disebut ANDESIT. Batuan ini dijumpai sangat banyak misanya di P.Jawa. Batuan ini bersifat menengah.
GABRO
Batuan ini banyak dijumpai dialam terutama di
BASALT
banyak sekali dijumpai dialam, berbutir halus berwarna hitam. Batuan ini bersifat basa sehingga sewaktu masih cair bersifat mudah meluas (contohnya Semenanjung Dekan di India terdiri dari Basalt).
PERIDOTIT : Batuannya sangat kasar terdiri dari mineral piroksen dan olivin bersifat ultra basa.
PIROKSENIT : Sama dengan Peridotit hanya mineralnya terdiri dari piroksen saja, berwarna hitam.
AMFIBOLIT :Sama dengan diatas hanya mineralnya terdiri dari amfibol saja berwarna hitam.
D U N I T :Sama dengan diatas hanya mineralnya terdiri dari olivin saja. Batuan ini berwarna hijau tua.
4.3.2. BATUAN SEDIMEN
Batuan ini terbentuk di permukaan bumi pada kondisi T dan P rendah baik yang terbentuk secara fisik, kimia, biologi
Pelapukan
Transportasi
Pengendapan
Pelarutan
Tranportasi
Pengendapan
Evaporasi
Salah satu sifatnya yang khas adalah adanya pelapisan. Batuan ini dapat berasal dari batuan beku yang karena adanya proses pelapukan (oleh gaya eksogen = gaya yang berasal dari luar, misalnya panas, hujan , dsb.nya). Akibatnya batuan tersebut akan lunak dan hancur lalu oleh media transport (dapat berupa air, angin, es) dihanyutkan/dibawa ketempat lain yang lebih rendah lalu diendapkan ditempat tersebut --------> proses mekanis (fisis).
Ada yang disebabkan oleh penguapan sehingga lama kelamaan larutan yang ada menjadi larutan yang mempunyai kadar garam tinggi dan terbentuk endapan garam (tanpa tranportasi) ---------> proses kemis/kimiawi.
Juga ada yang diakibatkan oleh adanya binatang-binatang yang cukup banyak terutama binatang-binatang laut, membentuk suatu koloni --------> batuan endapan yang terdiri dari binatang-bunatang/tumbuh-tumbuhan --------> proses biologis yang non klastik (tidak ada transportasi ---------> biologis yang klatis.
Aktivitas biologi yang ditinggalkan
Bs
IDENTIFIKASI BATUAN SEDIMEN
1. Tekstur (diameter butir, bentuk butir, sortasi, bentuk kemas dan ‘packing’)
2. Komposisi mineral
TEKSTUR
Ø (mm)
> 64 boulder (bongkah)
16 –64 coble (kerakal)
2 – 16 gravel (kerikil)
1/16 – 2 pasir
1/256 – 1/16 lanau
< 1/256 lempung
BENTUK BUTIR
Well Rounded (pembundaran baik)
Rounded (bundar)
Subrounded (bundar tanggung)
Subangular (runcing tanggung)
Angular (runcing)
KLASIFIKASI BATUAN SEDIMEN KLASTIK
![]() |
|
|
KLASIFIKASI SEDIMEN NON KLASTIK
BATUAN METAMORF (UBAHAN/MALIHAN)
METAMORFOSE
IDENTIFIKASI
TEKSTUR BATUAN UBAHAN
1. Berfoliasi Orientasi mineral
2. Tak berfoliasi masiv
1. Berfoliasi
· Slaty Texture
Berfoliasi, diameter sangat halus, mineral-mineral pipih nampak saling sejajar, umumnya di dominasi oleh mineral mika, diameter sangat halus
· Schistese Texture
Berfoliasi, dimeter halus, mineral-mineral pipih saling sejajar dan nampak melengkung dan kristal yang berukuran besar mulai nampak. Mineral umumnya terdiri dari mika, klorit, amfibal
· Gnessosse Texture
Berfoliasi, diameter butir menengah – kasar, penjajaran mineral berupa kwarsa, feldspar dengan beberapa mika, klorit, hornblende. Lineasi mineral sangat jelas dan nampak ‘kasar’
3. Tak Berfoliasi
· Tekstur halus sangat halus hornfelsik (hornfels)
· Teksture menengah kasar mozaik (kwarsit dan marmer)
Efek Metamorfisme
1. Tumbuhnya mineral baru pada fase padat
2. Terjadinya proses deformasi dan rotasi mineral yang ada
3. Kristalisasi ulang mineral menjadi lebih besar
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() | ||||
![]() | ||||
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() | ||||
















Comments
Post a Comment