TUGAS ETIKA DAN PROFESIONALITAS
Sebelum membahas tentang isi dari film ‘Die Hard 4’ yang dikaitkan dengan profesionalitas, terlebih dahulu sebaiknya mengetauhi istilah dari profesionalitas dan etika. Profesional adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan sempurna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi, untuk senang-senang, atau untuk mengisi waktu luang.
“Profesionalisme” adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. Contohnya seorang dosen yang memiliki profesionalisme yang tinggi akan tercermin dalam sikap mental serta komitmenya terhadap perwujudan dan peningkatan kualitas professional melalui berbagai cara dan strategi. Ia akan selalu mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman sehingga keberadaannya senantiasa memberikan makna proesional.
Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang pelru kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya
Hubungan etika dengan profesionalisme yaitu, seorang professional tentu saja akan menerapkan keahlian yang dimilikinya kepada masyarakat. Penyalahgunaan atau penyimpangan penggunaan keahlian ini tentu akan sangat merugikan masyarakat. Oleh karena itu diperlukan suatu etika profesi yang dalam hal ini bertindak sebagai “self control” untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi yang dia tekuni.
Hacker adalah seorang profesional yang menekuni bidang teknologi informasi terutama teknologi jaringan internet. Hacker dapat melakukan mengubah, mengambil, menambah data informasi di internet secara dian – diam. Belakangan ini kehadiran dan aksi hacker mulai marak terjadi di dunia maya, terdapat istilah yang menyebutkan tentang kegiatan para hacker ini yaitu istilah Hactivism yang berfokus pada tindakan melakukan hacking karena atau untuk alasan tertentu. Alasan yang dimaksud dapat beraneka ragam diantaranya adalah Pertama, adalah untuk mencari “sensasi dan kesenangan” sebagai akibat dari keterbiasaan dengan keberadaan komputer di lingkungannya.
Kedua adalah untuk melakukan kejahatan. Bukan rahasia umum bahwa di negara
negara maju misalnya, telah banyak “berkeliaran” para hacker profesional yang tugasnya adalah melakukan kejahatan terorganisasi. Kejahatan yang dimaksud sifatnya beraneka ragam, mulai dari tindakan kriminal berlatar belakang ekonomi dan keuangan (seperti: perampokan bank, penipuan transaksi, pencucian uang, pencurian surat berharga, dan lain sebag ainya), hingga yang bersifat kejahatan sosial (seperti: pencemaran nama baik, perusakan citra individu, pembunuhan karakter, pembohongan publik, dan lain sebagainya). Mereka ini biasanya dibayar mahal oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan kejahatan tersebut.
Ketiga, adalah untuk menjalankan aktivitas terorisme. Di jaman moderen ini para teroris melihat bahwa internet dan dunia maya merupakan lahan dan media yang cukup efektif untuk melakukan aktivitas teror dimana-mana. Sasaran “terrorist hacker” biasanya adalah critical infrastructure alias obyek-obyek vital sebuah negara seperti: perusahaan listrik, instalasi militer, pusat transportasi publik, sentra-sentra keamanan negara, jaringan keuangan perbankan, dan lain sebagainya. Karena kebanyakan organisasi - organisasi ini telah belibatkan teknologi informasi dan internet sebagai bagian tak terpisahkan dari aktivtas operasionalnya, maka penyerangan terhadap sistem jaringan dan komputer yang dimiliki akan mendatangkan dampak teror yang luar biasa. Dengan melakukan penyerangan terhadap obyek- obyek vital ini, maka pesan dibalik aksi terorisme yang dilakukan diharapkan dapat sampai ke pihak-pihak pemangku kepentingan yang menjadi sasaran.
Keempat, adalah untuk alasan intelijen. Seperti diketahui bersama, setiap negara pasti memiliki jaringan intelijen di dalam dan di luar negeri untuk keperluan pertahanan dan keamanan nasional. Karena saat ini seluruh percakapan, interaksi, komunikasi, diskusi, kooperasi, transaksi, dan negosiasi dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan intenet, maka kegiatan intelijen-pun mulai masuk ke ranah ini. Dalam konteks inilah maka dibutuhkan sejumlah hacker profesional yang dapat membantu melakukan kegiatan intelijen demi keutuhan negara ini. Lihatlah bagaimana Amerika dengan lembaga NSA (National Security Agency) merekrut dan mendidik sedemikan banyak hacker dengan intelegensia dan keahlian tinggi untuk membantu mereka melaksanakan tugas kenegaraannya.
Pada film Die Hard 4 terdapat para hacker yang lebih banyak dipandang sebagai tokoh antagonis, sebagai musuh negara yang melakukan tindakan kejahatan yaitu meng-hacking berbagai objek vital penting negara yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat yaitu, pusat pembangkit listrik, telepon, gas dll. Objek vital tersebut diceritakan atau memang kenyataan terhubung dengan jaringan internet. Objek vital tersebut sangat diproteksi oleh pemerintah AS akan serangan gangguan dari luar temasuk para hacker, tetapi dalam film Die Hard 4 hal tersebut dikarenakan sang tokoh antagonis utama (pemimpin para hacker jahat) mempunyai maksud tertentu terhadap pemerintah AS yaitu ingin mendapatkan sejumlah uang dengan cara memeras pemerintah AS untuk menyerahkan sejumlah uang kepada tokoh antagonis tersebut, jika tidak dia akan meledakkan objek vital tersebut. Dengan keahlian yang tinggi dalam bidang komputer dan jaringan komputer para hacker tersebut dengan mudah melakukan aksi teror terhadap pemerintah dengan sangat rapi dan terstrukutur. Dari beberapa jalan cerita ini, masyarakat sudah mempunyai paradigma bahwa para hacker dianggap sebagai penjahat yang lebih banyak merugikan. Dengan keahlian yang tidak dibarengi etika mereka dengan mudahnya dan tidak berpikir panjang atas akibat yang ditimbulkan, mereka yang dengan sengaja menyerang obyek-obyek vital kenegaraan untuk kepentingan mereka sendiri, yaitu untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar – besarnya.
Tetapi pada film tersebut usaha para tokoh antagonis dilawan oleh seorang hacker lain yang bertindak sebagai hero dengan bertindak menjadi intelejen dan penyelamat negara untuk menangkap para hacker jahat tersebut dan melindungi objek vital negara tersebut, hacker ini dapat disebut sebagai White Hats – merupakan kumpulan dari profesional yang memiliki keahlian di bidang internet yang bertugas untuk menjaga keam anan sebuah sistem komputer agar terhindar dari tindakan yang merugikan dari pihak - pihak yang menyerangnya.
Dapat kami simpulkan di atas jika dipandang dari profeisonalitas pada film Die Hard 4 ini tidak memprioritaskan pada penerapan etika seorang profesional. Memang betul mereka mempunyai keahlian yang sangat tinggi dalam bidang IT, dengan keahlian mereka tersebut mereka disebut seorang profesional yang mempunyai tingkat tinggi dalam menjalankan tugas berdasarkan ilmu yang mereka kuasai dan mereka patut diberi pujian karena telah bekerja keras agar bisa menguasai ilmu dalam bidang IT yang patut kita contoh pada sisi usaha mereka dalam menggapai istilah ”Profesional” yang tidak cukup hanya penguasaan teori saja sehingga dapat disebut sebagai professional, perlu ada praktek nyata yang didasari oleh pemahaman teori tersebut. Tetapi mereka tidak menempatakan etika secara benar untuk menerapkan ilmu yang mereka miliki untuk bertindak secara tepat untuk kebaikan masyarakat dalam kehidupan ini, dikarenakan alasan ekonomi. Dalam kenyataan, para profesional yang menempatkan keahlian mereka untuk kebaikan tetapi sewaktu – waktu mereka berbalik arah memanfaatkan keahlian mereka untuk tindakan keajahatan walaupun itu tindakan kejahatan dalam skala kecil. Semuanya tergantung dari tujuan masing – masing para profesional tersebut.
Comments
Post a Comment